Sunday, May 12, 2013

10 Manfaat Karena Bersyukur





Ada dua nikmat yang seringkali dilupakan manusia, yaitu nikmat kesempatan dan nikmat kesehatan. Kedua nikmat tersebut baru terasa penting ketika dia hilang dari genggaman. 
Kita baru merasakan nikmatnya waktu luang ketika kita tengah dilanda kesibukan. Kita baru merasakan betapa besarnya anugerah masa muda ketika kita sudah tua renta. Kita pun akan merasakan nikmatnya sehat setelah kita sakit, nikmatnya mata normal setelah mata terserang penyakit rabun, nikmatnya lidah yang sehat setelah sariawan, dan seterusnya.

 vemale.com
Tapi meski diremehkan, nyatanya manfaat pandai bersyukur itu memang tak main-main. Simak 10 manfaat lain dari sikap ini, terutama bagi kesehatan seseorang seperti dikutip dari huffingtonpost.
 
1. Menjaga kesehatan mental remaja
Remaja yang pandai bersyukur tentulah lebih bahagia. Selain itu mereka juga dikenal memiliki pandangan yang lebih baik terhadap hidupnya, bertingkah laku lebih baik di sekolah hingga lebih bisa diharapkan ketimbang teman-temannya yang kurang bersyukur.
"Lebih pandai bersyukur mungkin adalah hal yang diperlukan oleh masyarakat kita untuk menumbuhkan generasi yang siap membuat perbedaan pada dunia," kata peneliti Giacomo Bono, PhD, seorang profesor psikologi dari California State University.
2. Meningkatkan kesejahteraan
Sebuah studi pada tahun 2003 yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, rajin bersyukur dapat mendorong kesejahteraan seseorang. Pandangan hidup orang yang melakukannya pun jadi lebih cerah serta memunculkan hal-hal positif yang lebih besar pada orang tersebut.
3. Nilai akademis yang lebih baik
Siswa sekolah menengah yang pandai bersyukur terbukti memiliki nilai akademik yang lebih bagus, termasuk dalam hal integrasi sosial dan kepuasan terhadap hidup daripada rekan-rekan mereka yang kurang bersyukur. Hal ini diungkap sebuah studi pada tahun 2010 yang ditampilkan dalam Journal of Happiness Studies.
Peneliti juga menemukan bahwa remaja yang pandai bersyukur lebih jarang mengalami depresi atau mudah cemburu.
"Lagipula jika dikombinasikan dengan studi sebelumnya, penggambaran manfaat rasa syukur itu lebih jelas terlihat saat remaja," ungkap peneliti.
4. Menjadi teman yang lebih baik bagi orang lain
Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2003 dalam Journal of Personality and Social Psychology, rasa syukur juga dilaporkan dapat mendorong perilaku sosial yang positif seperti membantu orang lain yang tertimpa masalah atau memberikan dukungan emosional pada orang lain.
5. Tidur lebih nyenyak
Menuliskan berbagai hal yang patut disyukuri sebelum beranjak tidur dapat membantu seseorang tertidur lebih nyenyak. Fakta ini diungkap sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Psychology: Health and Well-Being.
Secara spesifik, peneliti menemukan bahwa ketika seseorang menghabiskan waktu 15 menit untuk menuangkan segala hal yang mereka syukuri ke dalam sebuah jurnal sebelum tidur maka orang yang bersangkutan akan lebih cepat tertidur dan tidur lebih lama.
6. Memperkuat hubungan dengan pasangan
Sebuah studi yang ditampilkan dalam jurnal Personal Relationship mengungkapkan bahwa mensyukuri setiap hal terkecil yang dilakukan pasangan membuat hubungan seseorang dengan pasangannya dijamin akan lebih kuat.
Sama halnya jika Anda membuat jurnal tentang segala hal yang Anda syukuri dari pasangan karena hal itu juga akan memberikan dampak positif bagi hubungan.
7. Menjaga kesehatan jantung
Pada tahun 1995, sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology menunjukkan bahwa apresiasi dan emosi positif dapat dikaitkan dengan perubahan variabilitas detak jantung. Hal ini dianggap bermanfaat dalam terapi pengobatan hipertensi dan mengurangi kemungkinan kematian mendadak pada pasien gagal jantung kongestif dan penyakit jantung koroner.
8. Memperkuat moral tim
Atlit yang pandai bersyukur lebih sedikit mengalami kelelahan dan lebih banyak mendapatkan kepuasan hidup, termasuk kepuasan terhadap kinerja timnya.
9. Sistem kekebalan yang lebih sehat
Rasa syukur juga dikatakan berkaitan dengan optimisme sehingga mendorong sistem kekebalan tubuh menjadi lebih sehat.
Salah satunya dibuktikan oleh sebuah studi dari University of Utah yang menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan hukum yang stres namun tetap optimis terbukti memiliki lebih banyak sel-sel darah yang meningkatkan kesehatan sistem kekebalan ketimbang rekan-rekan mereka yang pesimis.
10. Mencegah emosi negatif akibat datangnya musibah
WebMD melaporkan bahwa musibah dapat mendorong munculnya rasa syukur dan hal itu dapat meningkatkan perasaan saling memiliki sekaligus menurunkan stres.


sumber :
http://www.apakabardunia.com/2012/11/10-manfaat-karena-bersyukur.html

Umpan-balik (feedback)




Umpan-balik atau suap-balik (feedback) adalah suatu proses di mana sebagian dari output(keluaran) di-loloh-balik-kan ke bagian input (masukan). Hal ini sering dipakai untuk pengendalian suatu sistem yang bersifat dinamis sehingga sistem tersebut dapat diatur untuk mencapai keadaan yang stabil yang diinginkan. Beberapa contohnya dapat dijumpai pada sistem kompleks yang dipakai di bidang teknikinstrumentasielektronikatermodinamikabiologiarsitektur, maupun ekonomi, dan lain lain.
Contoh konkrit dari sistem kendali dengan loloh-balik ini adalah stir mobil pada saat kita mengendarai/menyetir mobil kita. Jika di tengah jalan kita menjumpai bahwa mobil kita terlalu ke pinggir (dan takut akan menabrak orang), maka informasi ini kita pakai (di-feedback-kan ke input) untuk mengubah kedudukan stir mobil sehingga mobil akan berada pada posisi jalur yang benar (output yang kita inginkan).
1.            Feedback Positif – Feedback Negatif
Feedback positif adalah isyarat / gejala yang ditunjukkan oleh komunikan yang menandakan bahwa ia / mereka memahami, membantu dan mau bekerja sama dengan komunikator untuk mencapai sasaran komunikasi tertentu, dan tidak menunjukkan perlawanan / pertentangan.
Contohnya : komunikan mengangguk-angguk, memperhatikan dengan serius, mencatat, responsif ketika ditanya.
Feedback negatif adalah isyarat / gejala yang ditunjukkan oleh komunikan yang menandakan bahwa ia / mereka memiliki sikap serta perilaku yang dapat berkisar dari mulai tidak setuju hingga tidak menyukai pesan, cara penyampaian, atau bahkan diri sang komunikator. Segalanya sesuatu yang merupakan lawan dari feedback positif adalah feedback negatif.
2. Feedback Netral – Feedback Zero
Feedback Netral adalah jenis feedback yang sulit untuk dinilai sebagai isyarat / gejala yang menunjukkan respon positif atau negatif. Dengan kata lain feedback netral adalah feedback yang tidak jelas wujudnya; apakah itu positif atau negatif.
3. Feedback Internal – Feedback Eksternal
Feedback Internal adalah yang menunjukkan sumber dari isyarat / gejala yang menjadi feedback. Bila itu muncul dari dalam diri komunikator, maka itu disebut feedback internal. Maksudnya, misalnya ketika komunikator telah mengatakan sesuatu, tapi kemudian ia ingat sesuatu dan meralat apa yang telah ia katakan, maka yang kita lihat itu dapat kita katakan sebagai hal yang terjadi karena ada feedback internal pada diri komunikator.
Feedback Eksternal adalah feedback yang munculnya berasal dari komunikan. Dalam hal ini komunikan dapat menunjukkannya dengan memberikan ekspresi wajah tertentu, gerak-gerik, perilaku atau bahkan suara-suara yang muncul ketika komunikasi tengah berlangsung.
Sumber Referensi :


proses komunikasi



Proses komunikasi diawali oleh sumber (source) baik individu ataupun kelompok yang berusaha berkomunikasi dengan individu atau kelompok lain, sebagai berikut:
1. pertama yang dilakukan sumber adalah ideation yaitu penciptaan satu gagasan atau pemilihan seperangkat informasi untuk dikomunikasikan. Ideation ini merupakan landasan bagi suatu pesan yang akan disampaikan.
2. kedua dalam penciptaan suatu pesan adalah encoding, yaitu sumber menerjemahkan informasi atau gagasan dalam wujud kata-kaya, tanda-tanda atau lambang-lambang yang disengaja untuk menyampaikan informasi dan diharapkan mempunyai efek terhadap orang lain.
3. ketiga dalam proses komunikasi adalah penyampaian pesan yang telah disandi (encode). Sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan cara berbicara, menulis, menggambar ataupun melalui suatu tindakan tertentu. Pada langkah ketiga ini, kita mengenal istilah channel atau saluran, yaitu alat-alat untuk menyampaikan suatu pesan. Saluran untuk komunikasi lisan adalah komunikasi tatap muka, radio dan telepon. Sedangkan saluran untuk komunikasi tertulis meliputi setiap materi yang tertulis ataupun sebuah media yang dapat mereproduksi kata-kata tertulis seperti: televisi, kaset, video atau OHP (overheadprojector).
4. keempat , perhatian dialihkan kepada penerima pesan. Jika pesan itu bersifat lisan, maka penerima perlu menjadi seorang pendengar yang baik, karena jika penerima tidak mendengar, pesan tersebut akan hilang. Dalam proses ini, penerima melakukan decoding, yaitu memberikan penafsiran interpretasi terhadap pesan yang disampaikan kepadanya.
5. Proses terakhir dalam proses komunikasi adalah feedback atau umpan balik yang memungkinkan sumber mempertimbangkan kembali pesan yang telah disampaikannya kepada penerima. Respons atau umpan balik dari penerima terhadap pesan yang disampaikan sumber dapat berwujud kata-kata ataupun tindakan-tindakan tertentu. Penerima bisa mengabaikan pesan tersebut ataupun menyimpannya. Umpan balik inilah yang dapat dijadikan landasan untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi.
KOMUNIKASI INTERNAL
Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan dapat berjalan.
Berikut terdapat empat Dimensi Komunikasi Organisasi :
1. Downward communication Yaitu komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya.
2. Upward communication Yaitu komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya
3. Horizontal communication Yaitu komunikasi yang berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara.
4. Interline communication Yaitu tindak komunikasi untuk berbagi informasi melewati batas-batas fungsional. Spesialis staf biasanya paling aktif dalam komunikasi lintas-saluran ini karena biasanya tanggung jawab mereka berhubungan dengan jabatan fungsional.

Sumber Referensi :

Pemahaman mengenai perilaku konsumen



 Pemahaman mengenai perilaku konsumen sangatlah penting dalam pemasaran. Menurut Engel, et al. (1994), perilaku konsumen adalah suatu tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk keputusan mendahului dan menyusuli tindakan ini. Terdapat dua elemen penting dari arti perilaku konsumen, yaitu: (1) proses pengambilan keputusan, (2) kegiatan fisik yang melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa ekonomis (Swastha, 1990). Pemahaman akan perilaku konsumen cerdas dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli.  Ke dua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik.  Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ke tiga adalah dalam hal pemasaran sosial(social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen.  Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.Dan juga dapat memberikan gambaran kepada para pemasar dalam pembuatan produk,pnyesuaian harga produk,mutu produk,kemasan dan sebagainya agar dalam penjualn produknya tidak menimbulkan kekecewaan pada pemasar tersebut.
konsumen  Indonesia  ternyata  mempunyai  beberapa  ciri  khas  dan karakter  unik  yang  perlu  dicermati dibandingkan  dengan  konsumen  negara  di  Asia  lainnya  atau  Amerika  dan  Eropa.  Karakter  ini  perlu dipelajari untuk menyusun strategi pemasaran yang jitu agar mampu mendongkrak penjualan.
Dengan mengerti perilaku   konsumen   adalah   bagian   strategi   pemasaran   yang   efektif.   Chairman   Frontier Consulting Group Handi Irawan mengelompokkan karakter konsumen Indonesia menjadi 10 jenis
Handi mengatakan beberapa karakter diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa tahun ke depan sehingga   bisa   digunakan   perencanaan   dengan   baik.   Karakter   yang   terus   menguat   adalah   suka berkumpul, suka buatan luar negeri, dan suka religi, serta suka pamer dan gengsi. Karakter yang  melemah  seiring  dengan  perkembangan  zaman  adalah,  memori  jangka  pendek,  tidak memiliki perencanaan, gaptek, kedaerahan dan kesadaran lingkungan.

Sumber Referensi :

Peran Komunikasi dalam Organisasi



Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol - simbol atau sinyal. Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:
  • Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
  • Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator dan komunikan
  • Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
  • Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
  • Meggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
  • Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen
Peran Komunikasi dalam Organisasi
Komunikasi dalam organisasi adalah komunikasi di suatu organisasi yang dilakukan pimpinan, baik dengan para karyawan maupun dengan khalayak yang ada kaitannya dengan organisasi, dalam rangka pembinaan kerja sama yang serasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi (Effendy,1989: 214). Manajemen sering mempunyai masalah tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasi yang efektif sangat penting bagi para manajer, paling tidak ada dua alasan, pertama, komunikasi adalah proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai; kedua, komunikasi adalah kegiatan dimana para manejer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka. Proses Komunikasi memungkinkan manejer untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Informasi harus dikomunikasikan kepada stafnya agar mereka mempunyai dasar perencanaan, agar rencana-rencana itu dapat dilaksanakan. Pengorganisasian memerlukan komunikasi dengan bawahan tentang penugasan mereka. Pengarahan mengharuskan manejer untuk berkomunikasi dengan bawahannya agar tujuan kelompo dapat tercapai. Jadi seorang manejer akan dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen melalui interaksi dan komunikasi dengan pihak lain. Sebahagian besar waktu seorang manejer dihabiskan untuk kegiatan komunikasi, baik tatap muka atau melalui media seperti Telephone, Hand Phone dengan bawahan, staf, langganan dsb. Manejer melakukakan komunikasi tertulis seperti pembuatan memo, surat dan laporan-laporan.
Fungsi Komunikasi dalam Organisasi
Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:
a)      Fungsi informatif
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi (information-processing system).  Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu.
b)      Fungsi Regulatif
·         Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.  Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fugsi regulatif ini, yaitu:
c)      Fungsi Persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan.  Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah.  Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
d)     Fungsi Integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.  Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi

Sumber Referensi :

Komunikasi dalam Bisnis



a. Komunikasi dalam Bisnis
Perusahaan sebagai organisasi bisnis juga melakukan komunikasi. Komunikasi yang terjadi di dalam perusahaan di sebut komunikasi bisnis. Jika di bandingkan dengan komunikasi individu, komunikasi bisnis lebih rumit dan kompleks. Komunikasi yang terjadi dalam bisnis bisa berupa komunikasi internal, komunikasi eksternal, bersifat formal maupun informal, dan dapat berbentuk verbal maupun nonverbal.

Komunikasi bisnis, baik secara lisan maupun tertulis, memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Pesan di susun untuk para audiens yang membutuhkan informasi.
2. Pesan bisnis di susun dengan pertimbangan waktu dan biaya. Pesan bisnis di sampaikan berdasarkan tingkat kepentingannya. Informasi yang sangat penting biasa nya membutuhkan waktu yang singkat dan biaya yang mahal.
3. Pesan bisnis di susun untuk lebih dari satu tujuan.
4. Walaupun sering terjadi hal-hal yang mengecewakan, pesan bisnis tetap di susun dengan baik untuk menjaga hubungan kerja sama dengan semua pihak, terutama para pelanggan.
5. Pesan bisnis memperhatikan nada dan pengaruhnya terhadap audiens. Pilihan kata dan nada dalam pesan bisnis di perhatikan sedimikian rupa untuk menghindari adanya pengaruh negatif terhadap audiens yang pada akhirnya merugikan perusahaan.
b. Komunikasi dalam Orang
 Semua orang pasti pernah ataupun sering melakukan komunikasi dengan orang lain, baik dengan orang yang dikenal maupun tidak. Tanpa komunikasi, tentu informasi yang ada tidak dapat disampaikan. Jika komunikasi tidak berjalan lancar, pasti akan banyak timbul kesalahpahaman antara yang satu dengan yang lainnya. Tentu saja bagaimana cara kita berkomunikasi dengan orang lain bisa mempengaruhi pola berpikir orang yang menerima informasi dari hubungan komunikasi tersebut. Kali ini saya akan membahas tentang Bagaimana Kita Berkomunikasi dengan Orang Lain.
          Sebenarnya tidaklah sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain asalkan kita berani untuk mencoba. Bahkan dengan orang yang tidak pernah kita kenali sama sekalipun, kita tetap bisa berkomunikasi dengan baik jika kita mempunyai keberanian untuk memulainya terlebih dahulu. Misalkan saja jika suatu saat nanti kita tersesat  pada saat bepergian sendiri dan tidak membawa alat komunikasi untuk bertanya dengan orang yang kenal, jalan satu-satunya adalah berkomunikasi dengan orang sekitar di tempat tersebut yang notabene tidak kita kenal sema sekali. Asalkan kita berani untuk bertanya pada orang tersebut dengan cara yang sopan pasti orang tersebut juga akan balas menjawab dengan sopan pula baik dia mengetahui atau tidak mengetahui arah jalan yang ingin kita tuju.
           Dari contoh sebelumnya tidak hanya keberanian saja yang kita butuhkan untuk memulai komunikasi dengan orang lain, tetapi kita juga harus memulainya dengan baik atau sopan. Tentu kita semua sudah mempunyai tolok ukur sendiri bagaimana cara berbicara atau berkomunikasi yang sopan. Misalnya saja dalam kasus yang sama, kita memulai komunikasi ini dengan mengucapkan salam terlebih dahulu, dengan nada yang halus dan tidak tinggi, dengan volume suara yang normal (tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar pula, menyesuaikan dengan situasi juga), mungkin bisa dengan senyuman kecil juga, dan jangan lupa apabila setelah selesai bertanya dan mendapat jawaban ucapkan terima kasih dan salam kembali sebagai tanda kita menghormati orang tersebut meskipun kita tahu bahwa orang ini lebih muda dari kita.
          Ada pula hal lain yang perlu kita perhatikan ketika berkomunikasi dengan orang lain, yaitu body language. Yang dimaksud dengan body language dalam hal ini adalah bagaimana gerak, posisi tubuh, serta ekspresi wajah kita pada saat berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain. Apabila ada yang salah atau aneh pada salah satu ketentuan tadi, maka bisa berarti lain. Misalkan saja jika kita membicarakan sesuatu yang ambigu dengan orang lain tetapi dengan gerak , posisi tubuh, atau ekspresi wajah yang tidak sesuai dengan yang harusnya disampaikan ini bisa berakibat fatal. Informasi yang akan kita sampaikan tadi akan ditangkap dengan cara pandang yang berbeda oleh lawan bicara kita dan akan mengakibatkan timbulnya persepsi yang berbeda. Hal ini biasa kita alami jika melakukan komunikasi dengan menggunakan perantara alat komunikasi seperti handphone dengan menggunkan fitur SMS. Dengan hanya mengirimkan pesan teks saja tentu kita tidak bisa tau bagaimana body language orang yang berkomunikasi dengan kita dan tentunya sering menimbulkan beda persepsi. Dalam penelitiannya, Albert Meharabien mengatakan bahwa body language merupakan salah satu factor yang paling berpengaruh dalam efektifitas komunikasi dengan presentasi sebesar 55% dibandingkan 2 faktor lainnya.
     Hal lain lagi yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi dengan orang lain adalah “menjadi pendengar yang baik”. Mungkin hal ini lebih ke saling menghargai satu sama lain. Karena untuk bisa didengarkan pendapatnya oleh orang lain tentu saja kita juga harus bisa mendengarkan pendapat orang lain pula.


Komunikasi dalam Rapat

Menurut Pace & Feules, ada dua perspektif utama yang akan mempengaruhi bagaimana komunikasi organisasi didefinisikan, yaitu:
·                     Perspektif objektif
Perspektif objektif menekankan definisi komunikasi organisasi sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Fokusnya adalah penanganan pesan, yakni menerima, menafsirkan, dan bertindak berdasarkan informasi dalam suatu peristiwa komunikasi organisasi.
·                     Perspektif subjektif
Perspektif subjektif mendefinisikan komunikasi organisasi sebagai proses penciptaan makna atas interaksi di antara unit-unit organisasi yang menciptakan, memelihara, dan mengubah organisasi. Fokusnya adalah bagaimana individu anggota organisasi bertransaksi dan kemudian memberi makna terhadap peristiwa komunikasi yang terjadi.
Dengan demikian, definisi komunikasi organisasi dilihat dari perspektif objektif maupun perspektif subjektif adalah sebagai proses penciptaan dan penafsiran informasi di antara unit-unit komunikasi sebagai bagian dari suatu organisasi secara keseluruhan.
Pendekatan komunikasi dalam organisasi
Komunikasi organisasi dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu:
·                     Pendekatan Makro
Dalam pendekatan makro organisasi dipandang sebagai suatu struktur global yang berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam berinteraksi, organisasi melakukan aktivitas tertentu seperti :
a. Memproses informasi dan lingkungan
b. Mengadakan identifikasi
c. Melakukan intergrasi dengan organisasi lain
d. Menentukan tujuan organisasi
·                     Pendekatan Mikro
Pendekatan ini terutama menfokuskan kepada komunikasi dalam unit dan sub-unit pada suatu organisasi. Komunikasi yang diperlukan pada tingkat ini adalah komunikasi antara anggota kelompok seperti :
a. Komunikasi untuk pemberian orientasi dan latihan
b. Komunikasi untuk melibatkan anggota kelompok dalam tugas kelompok
c. Komunikasi untuk menjaga iklim organisasi
·                     Pendekatan individual
Berpusat pada tingkahlaku komunikasi individual dalam organisasi. Semua tugas-tugas yang telah diuraikan pada dua pendekatan sebelumnya diselesaikan oleh komunikasi individual. Ada beberapa bentuk komunikasi individual :
a. Berbicara pada kelompok kerja
b. Menghadiri dan berinteraksi dalam rapat-rapat
c. Menulis dan mengonsep surat                           
Komunikasi dalam Pertemuan dan Rapat
a.Pertemuan
Pertemuan merupakan forum yang sangat diperlukan untuk menghinpun bahan – bahan. Pertemuan – pertemuan dalam dunia usaha dapat dilakukan antara pimpinan dengan para stafnya, tetapi juga dapat dilakukan diantara staf sendiri untuk meyusun usulan atau pertemuan pleno yang dikuti oleh semua unsur yang ada. Namun pertemuan – pertemuan yang diselenggarakan tidak dimaksudkan untuk membuat keputusan melainkanhanya untuk menghimpun pendapat.
b.Rapat
Rapat juga merupakan pertemuan yang memilki kewenangan untuk membuat keputusan. Untuk menyelenggrakan rapat perlu diperhatikan sebagai hal – hal berikut:
• Undangan Rapat
• Pengaraturan Ruang Rapat
• Perlengkapan Rapat
Untuk membuat rapat undangan hendaknya tidak terlalu banyak uraian melainkan singkat dan jelas untuk meyebutkan hari, tanggal, waktu dan tempat rapat. Pengaturan tempat duduk pada dasarnya ditentukan oleh jumlah peserta rapat dan luas ruangan rapat. Pada bagian terpenting adalah pengambilan keputusan yang dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat., bila cara ini tidak dicapai tetntunya akan ditempuh dengan cara pengambilan suara terbanyak.

c.Komunikasi dalam Pertemuan dan Rapat
Di dalam pertemuan dan rapat biasanya peserta harus menyadari posisinya dalam forum tersebut. Tiap peserta hendaknya:
• Mampu berkomunikasi secara jujur
• Mampu berperan sebagai komunikator yang berpartisipasi aktif
• Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsive
•Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat bijaksana
• Mampu mengendalikan diri

d.Teknik Berbicara, Membaca, dan Mendengarkan
Berbicara merupakan bagian terpenting dari komunikasi yang dipandang paling efektif. Disamping itu keberhasilan orang berbicara sangat dipengaruhi oleh luasnya pengetahuan yang dimilki, banyaknya pengalaman yang dimiliki dan intelegensinya. Karena berbicara sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya, akan dapat lancar bila tidak ada gangguan teknis seperti gugup, grogi dan sebagainya.

e.Menyusun Pesan
Manakala kegiatan bisnis sudah menjadi persoalan global aktifitas yang hanya mengandalkan sepak tejang individu menjadi tidak efesien lagi. Gerakan bisnis abad ini merupakan gerakan massal, yang melibatkan banyak orang, banyak alat, dan banyak bangsa. Oleh karena itu peranan organisasi dalam bisnis sangat menentukan. Komunikasi merupakan kekuatan utama dalam membentuk organisasi. Ada tiga unsur pokok organisasi, salah satunya adalah komunikasi, yang lain adalah tuhuan orgnisasi seta kemauan. Peranan komunikasi dalam menciptakan dan memelihara otoritas yang obyektif di dalam organisasi adalah:
• Seharusnya ada saluran komunikasi formal setiap anggota organisasi
• Jalur komunikasi seharusnya langsung dan sependek mungkin
• Garis komunikasi formal secara keseluruhan
• Orang – orang bekerja sebagai pusat pengatur komunikasi
• Setiap komunikasi harus dipisahkan
Informasi adalah sah dalam proses komunikasi apapun, karena informasi itulah yang menentukan tujuan yang hendak dicapai. Beberapa informasi yang menimbulkan reaksi – reaksi terhadap komunikan adalah:
• Membuat kesalahan
• Menunda atu menumpuk pekerjaan
• Penyaringan
• Hanya menangkap garis besarnya saja
• Menghindari informasi

Unsur - Unsur Komunikasi




Menurut Harold D. Laswell (ilmu Politik)Kontribusi lasswell pada ilmu komunikasi banyak ditemukan dalam bukunya propaganda and communication in World History, yang memuat formulasi yang kelak banyak digunakan dalam riset komunikasi massa:
Ø  who adalah komunikator
Ø  syas what adalah pesan
Ø  in with cahnnel adalah saluran
Ø  to whom adalah komunikan
Ø  with  the efect adalah efek
Ø  Menurut Laswell dilihat dari sudut pandang paradigma 3 yaitu:
• Komunikator
Komunikator adalah oarng yang mempunyai motif komunikasi dan komunikator mempunyai 3 unsur yaitu manusia, yang mempaikan pesan,dan untuk mewujudkan motif komunikanya. komunikator terdiri dari Satu orang, Banyak orang dalam pengertian lebih dari satu orang Apabila lebih dari satu orang yakni banyak orang- dimana mereka relatif saling kenal sehingga terdapat ikatan emosional yang kuat dalam kelompoknya,maka kumpulan banyak orang ini kita sebut kelompok kecil (saling kenal) . Atau banyak orang – realtif tidak saling kenal secara pribadi dan karenanya ikatan emosionalnya kurang kuat, maka kita sebut sebagai kelompok besar atau publik (tidak saling kenal).
• Pesan
Pesan adalah segala hasil penggunaan akal budi manusia yang di sampaikan untuk mewujudkan motif komunikasinya. pesan itu bersifat abstrak. lambang – lambang komunikasi disebut juga bentuk pesan, yakni wujud konkret dari pesan, berfungsi mewujudkan pesan yang abstrak menjadi konkret. lambang-lambang komunikasi ada dua jenis umum dan khusus, yang umum adalah mimik,gerak gerik lazim digolongkan dalam pesan nonverbal,sedangkan bahasa lisan dan bahasa tulisan dikelompokkan dalam pesan verbal sedangkan khusus yaitu nada, gambar, dan warna. makna pesan terbagi dua yaitu, konotatif makna yang terikat dengan konotasi, dan denotatif makna sebagai mana adanya. semakin akrab dengan seseorang semakin verbal atau konotatif dan sebaliknya semakin jauh dengan seseorang maka semakin banyak nonverbal yang dipakai atau denotatif.
• Saluran
Saluran adalah jalan yang dilalui pesan komunikator oleh sampai kekomunikannya. Terdapat dua jalan agar pesan komunikator sampai kekomunikannya, yaitu tanpa media atau dengan media. Media yang dimaksud adalah media komunikasi, media adalah bentuk jamak dari medium. Medium komunikasi yaitu alat perantara yang sengaja dipilih komunikator untuk menghantarkan pesannya agar sampai kekomunikan. Saluran komunikasi terbagi menjadi dua yaitu: Tatap Muka yang Menyampaikan isi pertanyaan yang berkaitan dengan kepentingannya (aktivitas komunikasi) berupa pertemuan tatap muka, forum, Diskusi panel, Rapat, Ceramah sedangkan dengan Media Terdiri dari media massa yaitu periodik (terbit atau berharap)
• Komunikan
Komunikan manusia ia berakal budi kepada siapa pesan komunikator ditunjukan. Komunikator disebut juga penerima.
• Efek
Efek adalah efek komunikasi yaitu sebagai pengaruh yang ditimbulkan pesan komunikator dalam diri komunikannya. Terdapat tiga tataran pengaruh dalam diri komunikan yaitu:
Ø  kognitif (seseorang menjadi tahu tentang sesuatu)
Ø  afektif (sikap seseorang terbentuk, misalnya setuju atau tidak setuju terhadap sesuatu)
Ø  konatif (tingkah laku, yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu).

Latar Belakang dan Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis



1.Latar Belakang Penyelenggaraan Komunikasi dengan Pasar

2.Konsep Dasar dan Peranan Komunikasi
Sebagai manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainya. Rasa ingin tahu itu memaksa manusia untuk berkomunikasi. Adapula yang mendefinisikan bahwa komunikasi adalah proses dimana suatu ide itu dialihkan dari sumber kepada penerima atau lebih dengan maksud unuk mengubah tingkah laku mereka. Perlu kita ketahui bahwa komunikasi adalah alat dan bukan tujuan. Pada dasarnya konsep dasar komunikasi itu meliputi :
·         Proses Komunikasi  yang satu dengan yang lainn atau dengan kelompok, yang nantinya akan menyebabkan terjadinya proses encoding ( menjabarkan atau menggantikan ide kedalam bentuk bahasa ) dan decoding ( menjabarkan dari bentuk bahasa kedalam bentukide).
·         Elemen-elemen komunikasi terdiri dari :
·                  Pengirim, penulis, pembicara, pembuat pesan
·                  Pesan
·                  Media surat, memo laporan, peta
·                  Penerima, pembicara, pendengar, pengamat

3.     Motivasi untuk komunikasi
komunikasi sangat diperlukan dalam meningkatkan keyakinan apa yang kita ketahui.àc.Meningkatkan keyakinan
maksudnya apabila kita berada di situasi yang baruàd.Kontrol situasi  maka memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan keaadaan sekitar untuk memahami apa yang sedang terjadi pada situasi ini.
dengan adanya balikan maka komunikasi yangàe.Balikan ( fedback )  selama ini berjalan dapat diperbaiki seandainya ada hal-hal yang kurang baik. Dengan demikian peranan komunikasi itu sangat berpengaruh bagi berlangsungya kehidupan, dimana Komunikasi merupakan hal yang sangat diperlukan oleh setiap manusia. Karena dengan berkomunikasi manusia memiliki sifat untuk saling berhubungan antara satu dengan yang lain. Jika tidak menggunakan komunikasi antar sesamanya, maka manusia itu akan terisolasi dari dunia yang semakin canggih dan modern ini.
4.   Tujuan Komunikasi
Komunikasi dengan tujuan saling mempengaruhi antara keduanya untuk saling memberi serta menukar informasi yang didapat dengan orang lain
Oleh sebab itu Tujuan dari Komunikasi adalah :
1.Untuk saling bersosialisasi dengan baik, serta sebagai motivasi utuk kehidupan
2.Sebagai proses penukaran ide, gagasan, pesan.
3.Mencapai sebuah tujuan
4.Menghindari serta dapat mengatasi konflik pribadi.
5.Komponen–komponen Komunikasi
Bila dilihat dari arti komunikasi itu sendiri, maka Didalam komunikasi terdiri dari beberapa komponen, anatara lain meliputi 5 unsur, kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yaitu :
subyek yang menerima pesan, informasi atau berita.
1.    Komunikator = who [communicator, source, sender]
2.   Pesan/berita/warta(message)
alat yang digunakan untuk menyampaiakan pesan
3.   Media/teknologi
yaitu subyek yang menerima ata yang dituju oleh berita yang dikirimkan.
4.   .Komunikan / communicate
5.   Efek / respon / tanggapan.
6.   Jadi, komunikasi yang baik itu memiliki ciri yaitu Pesan yang disampaiakan jelas, Penerimaan pesan/warta yang disampaiakan dalam situasi yang tepat atau siap dan juga Cara yang digunakan itu lebih efisien. Hal yang paling dari diprhatikan untuk mengukur keberhasilan proses komunikasi adalah mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap komunikan .

5.Komunikasi Tatap Muka
Dalam Komunikasi tatap muka sangat penting dalam berkomunikasi didunia bisnis. Arti dari komunikasi tatap muka itu sendiri adalah komunikasi yang dilakukan dengan tidak memerlukan alat bantu dalam menyampaikan informasi tetapi komunikasi itu dilakukan secara langsung dengan tatap muka / jarak dekat. Cara terbaik dalam mempersiapkan interaksi atau tatap muka yang baik adalah dengan mengantisipasi baik buruknya reaksi dari apa yang telah dibicarakan tersebut. Dikatakan komunikasi tatap muka karena dalam. Maka dalam hal ini komunikan dapat melihat dan mengkaji diri si komunikan secara langsung. Oleh karena itu komunikasi tatap muka juga sering disebut dengan komunikasi secara langsung.Keuntungan yang didapat dari komunikasi tatap muka adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap arti yang tersimpan, sedangkan Kerugian komunikasi tatap muka adalah memerlukan waktu yang lama..

Gaya Hidup dan Penampilan dalam berkomunikasi




1.      Gaya Hidup
     Gaya hidup menurut Kotler (2002, p. 192)adalah pola hidup seseorang di dunia yang iekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia. Menurut Assael (1984, p. 252), gaya hidup adalah “A mode of living that is identified by how people spend their time (activities), what they consider important in their environment (interest), and what they think of themselves and the world around them (opinions)”.

     Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Sedangkan menurut Minor dan Mowen (2002, p. 282), gaya hidup adalah menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu. Selain itu, gaya hidup menurut Suratno dan Rismiati (2001, p. 174) adalah pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapat yang bersangkutan. Gaya hidup mencerminkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan.
Dari berbagai di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu. Faktor-faktor utama pembentuk gaya hidup dapat dibagi menjadi dua yaitu secara demografis dan psikografis. Faktor demografis misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, usia, tingkat penghasilan dan jenis kelamin, sedangkan faktor psikografis lebih kompleks karena indikator penyusunnya dari karakteristik konsumen.
2.      Pengaturan waktu
Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.
Pedoman:
§  Perhatikan waktumu.
§  Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.
§  Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.
§  Ketahuilah kapan kamu produktif.
3.      Faktor – factor keberhasilan karier

1. KETERAMPILAN DASAR, Membaca, menulis dan berhitung! Percaya atau tidak, sebagian yang baik dari lulusan SMA (dan beberapa lulusan perguruan tinggi) tidak membaca pada tingkat kelas 8 dan tidak bisa melakukan perkalian di kepala mereka. Pengusaha sedang mencari karyawan yang bisa membaca dengan baik, dapat menulis koheren, dan siapa yang dapat menghitung matematika di lingkungan bisnis (pecahan, persentase, dll). Tambahan lagi untuk keahlian mengoperasikan computer, dan kemampuan untuk menggunakan sebagian alat komputerisasi (misalnya mesin fax, program Microsoft,, dll) untuk melengkapi set keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang sukses.

2. KETERAMPILAN PRIBADI, Dapatkah seorang karyawan potensial berbicara dengan baik? Bisakah dia menjawab pertanyaan pelanggan dengan cara yang positif informatif? Dapatkah prospek memberikan layanan pelanggan yang baik? Sementara tidak semua orang memiliki kepribadian penjualan yang mau dikeluarkannya. Karyawan sukses dapat berkomunikasi dengan cara non-konfrontatif, positif dengan rekan kerja mereka, anggota tim, bawahan, manajemen, dan pelanggan. Mampu bekerja dengan baik dengan orang lain adalah keterampilan penting bagi keberhasilan dalam semua tugas.

3. PENCAPAIAN PEKERJAAN. Pencarian pekerjaan adalah satu proses yang membutuhkan banyak dedikasi dan perhatian. Ini mengikuti prinsip lama yang banyak disebut programmer sebagai GIGO (Garbage In, Garbage Out). Jika Anda tidak berusaha dengan baik, Anda akan menerima hasil yang buruk. Pengusaha sedang mencari karyawan yang tahu bagaimana menampilkan diri dengan cara yang positif dan antusiasme yang mereka tampilkan kepada perusahaan. Tidak hanya calon yang dievaluasi dari keterampilan dan pengalaman mereka, tetapi juga bagaimana mereka mendekati pencarian kerja. Antusias calon karyawan dengan keterampilan lebih sedikit memiliki kesempatan yang lebih untuk mendapatkan pekerjaan sebagai kandidat yang tidak dipandang dengan keterampilan yang lebih baik.

4. KESELAMATAN KERJA. Sekarang ada topik panas di masa PHK. Siapa yang di PHK maupun yang tidak seringkali merupakan masalah kinerja. Karyawan yang telah secara konsisten menunjukkan nilai mereka, mengambil inisiatif, dan membuat diri mereka sebagai aset berharga bagi perusahaan memiliki insiden lebih rendah untuk di PHK daripada karyawan yang berupaya biasa-biasa saja atau rata-rata dalam pekerjaan mereka. Bertahan dalam perusahaan melalui PHK atau bergerak menaiki tangga karir adalah keterampilan sukses yang perlu dipelajari dan secara sadar diusahakan kalangan profesional yang sukses.

5. PENGEMBANGAN PROFESIONAL. Di abad 21 ini, teknologi sudah semakin canggih dan Anda perlu mempelajarinya atau Anda akan “terbakar” dalam lingkungan sekarang. Meningkatkan keterampilan baru, menerapkan konsep-konsep baru, memperbarui keterampilan secara mapan adalah kebutuhan mutlak untuk berhasil dalam dunia kerja saat ini. Individu yang sukses terus menghadiri seminar, mengambil kelas, mencapai pelatihan tentang produk baru atau rilis, dan sebaliknya belajar keterampilan baru yang akan membuat mereka berharga dalam karier mereka. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Pengusaha mencari orang yang memiliki pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

6. PENGEMBANGAN KARIR. Pengembangan karir berbeda dari poin nomor 5 diatas. Pengembangan Profesional adalah belajar sementara Pengembangan Karir adalah proses perencanaan dan penetapan tujuan. Orang sukses merancang sebuah rencana karir dengan tujuan tertulis untuk jangka pendek dan jangka panjang. Mereka mempersiapkan langkah yang diperlukan untuk memindahkan karir mereka dari titik A ke titik B dalam kurun waktu tertentu dan membuat rencana bagaimana mereka akan mencapai langkah-langkah tersebut. Orang-orang sukses memiliki seseorang untuk siapa mereka bertanggung jawab atas kemajuan mereka dan siapa yang akan memantau keberhasilan mereka dalam mencapai tujuan mereka. Pengusaha mencari individu yang (percaya atau tidak) ingin berkomitmen untuk perusahaan untuk jangka waktu yang panjang. Kemajuan karir yang baik adalah nilai jual yang tinggi.
4.      Penampilan serasi
     Penampilan serasi merupakan suatu hal yang penting bagi setiap orang, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun di tempat pekerjaan. Dengan selalu berpenampilan serasi dan menarik maka kita akan dihormati, disegani, dan dipercayai oleh orang lain. Sebaliknya kepada orang-orang dengan penampilan seronok, tidak menarik, dan tidak serasi biasanya orang lain tidak menyukainya.

Orang dapat dikatakan berpenampilan serasi apa bila memenuhi persyaratan berikut ini.

• Model, corak dan warna bahan pakaian yang dikenakan sesuai dengan warna kulit si pemakai
• Model pakaian yang digunakan haruslah sesuai dengan usia si pemakai
• Memilih busana yang sesuai dengan waktu pemakaian
• Berbusana sesuai dengan tempat dan keadaan cuaca
• Kombinasi pakaian secara keseluruhan sesuai dengan model, warna, corak, dan lain-lain.

Pada umumnya kepribadian seseorang dapat dinilai dari cara orang tersebut berpakaian dan berpenampilan. Dan didalam kenyataannya orang yang berkepribadian baik cenderung memperhatikan penampilannya. Berpenampilan serasi ini tercermin dari cara berhias yang menarik, cara berbusana yang rapi, dan ekspresi wajah yang menarik.

Untuk lebih jelasnya berikut ini diuraikan prinsip-prinsip berpenampilan serasi :

Penampilan serasi dengan cara berhias
Penampilan serasi dapat terlihat dari cara seseorang dalam berhias. Didalam berhias hendaknya tidak berlebihan, agar tidak terkesan norak atau kampungan. Berpenampilan serasi dengan cara berhias adalah menjadi keharusan bagi setiap orang, terlebih lagi bagi tenaga pemasaran, atau pelayan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Seorang pelayan atau sekretaris yang berpenampilan serasi dengan cara berhias diharapkan dapat menarik simpatik dari para kolega dan pelanggan.

Penampilan serasi dengan cara berbusana yang baik
Berpenampilan serasi dapat pula dilihat dari cara berpakaian atau berbusana. Agar dapat berbusana yang rapi maka seseorang harus memperhatikan mode, warna, corak, jenis pakaian, dan perlengkapan pakaian yang dikenakan. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah mengenakan perlengkapan busana, karena perlengkapan busana ini berfungsi memperindah atau menambah keindahan. Perlengkapan busana tersebut diantaranya adalah sepatu, kaos kaki, topi/kopiah, tas, dasi, ikat pinggang, sarung tangan dan lain-lain.

Penampilan serasi dengan ekspresi wajah
Berpenampilan serasi akan bertambah indah dan menarik apabila disertai dengan ekspresi wajah yang simpatik, sopan, ramah murah senyum dan sebagainya. Oleh karena itu dalam berhubungan dengan pelanggan seorang pelayan sebaiknya melakukan hal-hal berikut ini :
• Melakukan kontak mata langsung dengan disertai senyum agar menun- jukkan kesiapan dan keseriusan dalam melayani kolega dan pelanggan
• Menghindari ekspresi wajah yang murung dengan mata menatap kebawah atau kepada suatu benda
• Menghindari ekspresi wajah dengan mata yang berkerut atau menyipit, karena hal itu menunjukkan sikap yang tidak bersahabat serta terkesan tidak memperhatikan pelanggan
• Menampilkan senyuman manis dengan menghindari bibir yang rapat dan kaku atau digigit-gigit
• Menengakkan posisi wajah atau kepala agar menunjukkan kesiapan dan keseriusan dalam melayani kolega dan pelanggan.

5.      Simbol komunikasi
     Secara etimologis, simbol berasal dari kata Yunani ”sym-ballein”melemparkan bersama sesuatu (benda, perbuatan) dikaitkan dengan suatuide. Adapula yang menyebutkan ”simbolos” yang berarti tanda atau ciriyang memberitahukan sesuatu hal kepada seseorang. Biasanya simbolterjadi berdasarkan metonimi (metonimy), yakni nama untuk benda lainyang berasosiasi atau yang menjadi atributnya (misalnya Si kacamatauntuk seseorang yang berkacamata) dan metafora (methapor), yaitupemakaian kata atau ungkapan lain untuk obyek atau konsep lainberdasarkan kias atau persamaan (misalnya kaki gunung, kai meja,berdasarkan kias pada kaki manusia)9Simbol adalah sesuatu atau sebagai kata yang digunakan untukmenyampaikan pesan. Simbol juga diartikan sebagai sesuatu (benda, dsb)yang melambangkan sesuatu. 10 Simbol sendiri juga bisa dimanifestasikanmelalui sebuah benda, gambar maupun simbol. Jadi setiap benda maupunyang ada disekitar kita memiliki kapasitas untuk menyampaikan pesanatau maksud yang ingin disampaikan oleh orang yang membuat simbol. Seperti yang dikatakan Dedy Mulyana bahwa pada dasarnya komunikasiitu ada dua macam yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.Komunikasi verbal meliputi komunikasi secara lisan atau bahasa.Sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi dengan menggunakan alat - alat tubuh. ( m i m i k , r a u t , d a n gerak) serta simbol-simbollain.